layaknya bintang yang tak sempat
ucap kata berpisah
pada sang mentari
barisan mega pun tak cukup
merangkai sebait puisi
pada langit cerah yang
hilang diterpa hujan
oh sedihnya hatiku
kala melihat kau
tiada sedikitpun kata yang terucap
dari mulutmu tuk sekedar memberikan
isyarat perpisahan tuk selaksa rindu
yang kau tinggalkan
bersama air mata relung hati
barisan mega pun tak cukup
merangkai sebait puisi
pada langit cerah yang
hilang diterpa hujan
oh sedihnya hatiku
kala melihat kau
tiada sedikitpun kata yang terucap
dari mulutmu tuk sekedar memberikan
isyarat perpisahan tuk selaksa rindu
yang kau tinggalkan
bersama air mata relung hati
tak mungkin kembalikan daun yang terjatuh
sentuhlah aku dalam mimpi mimpiku
tak henti memikirkan senyum surgawimu
menghapus gundah mendatangkan pelangi
dalam kelabu..
gempita air mata
t'lah hilang di dalam nyata
ucap kata berpisah
pada sang mentari
barisan mega pun tak cukup
merangkai sebait puisi
pada langit cerah yang
hilang diterpa hujan
oh sedihnya hatiku
kala melihat kau
tiada sedikitpun kata yang terucap
dari mulutmu tuk sekedar memberikan
isyarat perpisahan tuk selaksa rindu
yang kau tinggalkan
bersama air mata relung hati
barisan mega pun tak cukup
merangkai sebait puisi
pada langit cerah yang
hilang diterpa hujan
oh sedihnya hatiku
kala melihat kau
tiada sedikitpun kata yang terucap
dari mulutmu tuk sekedar memberikan
isyarat perpisahan tuk selaksa rindu
yang kau tinggalkan
bersama air mata relung hati
tak mungkin kembalikan daun yang terjatuh
sentuhlah aku dalam mimpi mimpiku
tak henti memikirkan senyum surgawimu
menghapus gundah mendatangkan pelangi
dalam kelabu..
gempita air mata
t'lah hilang di dalam nyata
